Dinas Sosial Lutim Gelar SARASEHAN Angkat Tema “Semangat Pahlawan di Dadaku”

0
33
Suasana Sarasehan di Dinas Sosial Lutim

kabarpena.com.Luwu Timur. Sarasehan dalam rangka Hari Pahlawan ke 73 tahun 2018 dengan tema ‘Semangat Pahlawan di Dadaku’ oleh Dinas Sosial Luwu Timur (Lutim) di Aula kantor Dinas Sosial, kec. Malili, Lutim pada hari Kamis (25/10/2018).

Sarasehan ini dihadiri oleh perwakilan dari siswa SMAN 1 Lutim, SMAN 12 Lutim, dan SMAN 6 Lutim sebanyak 90 siswa dan 3 orang guru pendamping.

Adapun pembicara berasal dari DPRD Lutim Komisi 1 Sugiat, S.Ag. yang membahas mengenai karakteristik dan urgensi jiwa kepahlawanan bagi pelajar dan Kepala Dinas Sosial Lutim Drs. Sukarti membahas mengenai kondisi pelajar indonesia serta yang harus dilakukan pelajar saat ini.

Wakil Ketua DPRD Lutim Sugiat, S.Ag menyampaikan bahwa ada 3 karakteristik jiwa pahlawan, 1) Sifat Ikhlas, Seorang Pahlawan memiliki nilai keikhlasan pikiran, tenaga, harta bahkan jiwanya untuk memerjuangkan kepentingan orang banyak diantaranya bangsa, negara, ataupun kotanya, 2) Sifat Berani, Seorang pahlawan harus memiliki sifat berani karena ia yakini yang ia perjuangkan adalah suatu kebenaran dan itu adalah untuk kemaslahatan ummat, 3) Rasa Bertanggungjawab, Seorang Pahlawan harus memiliki rasa tanggungjawab, jadi yang ia kerjakan harus dipertanggungjawabkan dan tidak boleh lari dari tanggungjawabnya.

“Urgensi jiwa kepahlawanan bagi pelajar, yaitu terciptanya suasana kondusif, selektif dalam menerima sesuatu dari orang lain, dan menjadi pelopor kebaikan di sekolah maupun di masyarakat,” ujar Sugiat.

Sementara Kepala Dinas Sosial Lutim Drs. Sukarti menyebutkan kondisi pelajar Indonesia saat ini ada yang terlibat narkoba, merokok, hisap lem fox, pernikahan dini, tawuran pelajar, mencoret fasilitas sekolah atau umum.

“Alhamdulillah pelajar lutim saat ini sangat minim terlibat permasalahan seperti tadi yang tentunya dapat merusak bangsa terlebih dirinya sendiri dan pelajar agar memanfaatkan fasilitas yang ada di sekolah maupun pemda, seperti perpustakaan, taman belajar serta ikut aktif di tempat ibadah” jelas Sukarti.

Di sisi lain salah satu peserta Sarasehan Imam Algifari siswa SMAN 1 Luwu Timur berharap “agar apa yang disampaikan pembicara dapat menjadi pelajaran berharga serta jiwa kepahlawanan itu bisa merasuk dalam diri kita semua”. (sj)