Kolaborasi Unismuh Makassar dan PNUP ciptakan Portable Cendol Stand

0
105

Cendol Group

Kabarpena.com, Gowa – FKIP Unismuh Makassar dan Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) menciptakan alat pembuat cendol yakni Portable Cendol Satnd untuk diberikan ke Ibu Tati (pemilik Home Indutri (cendol)) di Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimonjong, Kabupaten Gowa.

Kegiatan yang mengusung tema “Implementing Workshop on Appropriate Technology with Local Communities” ini melibatkan dosen-dosen dari Unismuh Makassar dan PNUP dari berbagai Fakultas diantaranya Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan, Fakultas Sosial dan Politik, Fakultas Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Unismuh Makassar) dan Fakultas Teknik (PNUP).

Tidak sia-sia perjuangan para dosen-dosen melakukan riset untuk menciptakan hal baru. Setelah melakukan riset selama 4 hari di kawasan Malino mulai dari observasi, wawancara sampai menciptakan hal baru yang bisa membantu pembuatan cendol dengan cepat. Terciptanya pembuatan cendol ini, tidak semudah yang dibayangkan karena sempat melakukan beberapa kali uji coba ke ibu Tati dan menerima sarannya untuk mengembangkan alat baru ini sampai mendapatkan alat yang terbaik yang praktis dan nyaman digunakan oleh ibu Tati.

Alat lama (Wood Handily Cendol Maker)

Proses pembuatan cendol dengan alat yang selama ini digunakan oleh pembuat cendol prosesnya sekitar 10 menit per 2 liter bahan cendol, jika dibandingkan dengan temuan baru dosen-dosen Unismuh dan PNUP jauh lebih cepat dan praktis karena rata-rata waktu yang digunakan yakni 5 menit per 2 liter bahan cendol.

Disisi lain, dengan menggunakan alat yang baru ini pembuat cendol bisa menghasilkan hasil cendol yang baik karena alat ini sangat kuat dan stabil.

Tati salah seorang pelaku industri cendol mengatakan, alat ini sangat sederhana dan praktis digunakan karena disamping alat ini terbuat dari stainlees,
mudah dibersihkan, kokoh, dan ringan, sehingga memudahkan untuk dipindahkan dari baskom yang satu ke baskom yang lainnya.

Alat baru (Portbale Cendol Stand)

“Saya berharap dengan bantuan alat ini, akan sangat membantu untuk meningkatkan kuatitas produksi cendol tanpa mengurangi kualitasnya.
Saya sangat berterima kasih kepada dosen-dosen yang mau membantu dan mendatangi kami untuk membuatkan alat ini,” tegas Tati.

Wildhan Burhanuddin selaku Kordinator Kegiatan CDIO sangat berterima kasih kepada warga masyarakat Malino karena mereka memberikan kesempatan untuk melakukan pengabdian dan penelitian.

“Kegiatan ini merupakan impementasi Tridharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian masyarakat dan penelitian. Kegiatan ini sangat menarik karena didampingi langsung oleh Trainer Singapore Polytechnic, Mr Wee Eng Soon selaku Programme Manager dan Ms Ng Aik Min selaku Education Advisor,juga kegiatan ini semuanya dibiayai oleh pihak Singapore Polytechnic” tutup Wildhan.

Perkenalkan Alat Portabel Cendol Satnd