Lihat Keunikan Resepsi Pernikahan Dua Sejoli Di Palopo.

0
147

Palopo, Kabarpena.com – Salah satu Pesta pernikahan selama tahun 2017 di Sulawesi Selatan tepatnya di Kota Palopo terbilang unik.

Pasalanya, pesta pernikahan dua sejoli tersebut didesign dengan konsep ala panjat tebing (Rock Climb) dan nuansa adventure. Kebetulan sang mempelai laki-laki adalah seorang atlit panjat tebing yang juga seorang pencinta alam.

Bagi kedua mempelai, Resepsi pernikahan ini tentu memiliki makna tersendiri sehingga menjadi sorotan bagi kaula yang akan menggelar acara pesta pernikahan di masa mendatang.

Salah seorang panitia Sahri Wahyuni mengatakan, para tamu undangan nantinya akan berdiri sambil mencicipi sajian makanan ringan serta jenis minuman buah beraneka rasa dan coffe drink.

“Konsep pesta ini memang jarang digunakan atau dipakai diresepsi pernikahan lainnya. Biasanya kan orang menggunakan gedung indoor dengan panggung permanen pada ujung ruangan gedung penuh dengan dekorasi full bunga, ini berbeda,” kata Sahri, Rabu 9 Agustus 2017.

Lebih lanjut, kata Sahri, disini tamu undangan bisa melihat balutan kemasan menarik bersuasana adventure dan dresscode white. Sehingga perpaduan adventure dan keromantisan bersatu padu di lokasi outdoor wedding standing party di acara ini.


“Ini pertanda kesaklaran dan kesucian sebuah pernikahan dua insan muda yang akan dipersatukan dalam bingkai rumah tangga tertuang di sini,” ungkapnya.

Sehari sebelum resepsi pernikahan kedua mempelai ini, menyiapkan sarana pelengkap seperti perahu karet dan alat diving ( watersport), jeeproad, motorcross, atv, tenda dome, gantungan 100 hammock,100 bola lampion juga disajikan yang akan meyakinkan dan menggugah perasaan para tamu undangan untuk bertahan lama menikmati potret alam penuh pesona.

“Kebetulan yang punya hajat ini adalah senior kami. Beliau juga senior anggota Mapala UMI Makassar. Makanya dekorasinya bernuansa adventure,” tutur Sahri.

Di sini juga tersedia Photo booth berukuran 3 x 7 meter yang ditempatkan di pojok selatan arah kompas area lokasi wedding ini. Photo booth tersebut sebagai wadah selfie ceria dan tempat santai memandang seluruh lokasi yang telah disetting sedemikian apiknya.

“Resepsi pernikahan ini mengambil waktu di sore hari dengan pertimbangan banyak hal. Di samping itu, beberapa property, ornamen dan pelengkap acara seperti sarana fun climbing telah rampung 90%,” ujar Sahri.

“Resepsi ini akan semakin menarik lagi bagi para tamu undangan karena dikabarkan salah seorang atlet internasional, Hery Hermawan akan menghadiri resepsi Haerul Salim dengan Nurbaeti,” tambahnya.

Sementara, Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sulsel, Imam Subekti mengatakan atlit international yang pernah meraih medali emas diajang olahraga Asian Games Palembang akan hadir di acara ini.

“Atlit itu hadir akan melakukan eksebisi di dinding lead yang tingginya 15 meter nantinya,” kata Imam.

Sementara mempelai pria, Hairul Salim ketika dikonfirmasi langsung mengatakan dirinya bersama rekannya dari Gamapala Palopo dan Mapala UMI Makassar sengaja mengambil konsep dan memuat design ini.

Pria yang akrab disapa Ellunk ini juga mengatakan bahwa dekorasi pelaminan yang ornamik menempel tepat di bawah dinding panjat, pas median pelataran gedung olahraga Kota Palopo berbentuk seperti tenda pendaki raksasa berwarna biru langit, lamming putih dan hamparan karpet merah menunjukkan bahwa pesta ini masih mengikuti budaya dan kearifan lokal di Tanah Luwu.

“Karena jiwa adventurer saya hingga sekarang ini masih melekat dan masih terpatri di dada dan tetap menggelora,” ujar Ellunk sapaan Hairul Salim.

Selain itu, lanjut ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia cabang Kota Palopo ini mengaku menyiapkan baliho raksasa di sisi depan dinding panjat speed setinggi 17 meter yang diisi berbagai logo lembaga/ organisasi yang pernah digeluti Haerul untuk berorganisasi. “Logo-logi itu menandakan organisasi yang pernah saya tempati belajar hingga sekarang ini, seperti Mapala UMI, FPTI, Gamapala Palopo, KNPI, HMI, AMPI, KOSGORO 1957,” terangnya.

Selain itu, pernikahan aktivis ini akan menjadi momentum sejarah bangsa Indonesia Merdeka, sebab acara hari H pesta pernikahan ini juga diselenggarakan di bulan Agustus, walupun tanggalnya berbeda yaitu di tanggal 9 Agustus, tapi bukan berarti kehilangan makna.

Pemaknaannya adalah ketika tanggal dijumlahkan dengan bulan maka hasilnya akan 17, begitupun dengan tahun 2017.

“Dengan angka 17 tersebut, menandakan bahwa angka 17 adalah angka yang bermakna satu tujuan untuk meraih mahligai rumah tangga yang Samawa Mawaddah dan Warahma.. Amin”, ujar suami dari Nurbaety ini yang sudah melakukan akad nikah Selasa, 8 Agustus 2017. 

“Menjadi harapan kami buat teman-teman yang tidak sempat mendapatkan undangan, minta maaf karena suatu keterbatasan dan kealfaan saya sebagai manusia biasa sehingga kalau ada waktu buat saudara, bapak, ibu, teman dan handai tolan bisa menyempatkan hadir untuk memberikan doa restu dan salaman qalbu kepada saya di hari paling berbahagia saya”, pinta bung Ellunk.

Resepsi pernikahan pasangan Haerul Salim dengan Nurbaeti menghebohkan masyarakat Palopo. Pasalnya, konsep pernikahan dengan nuansanya alam terbuka dianggap unik sehingga hal itu dianggap pesta pernikahan paling spektakuler di tahun 2017.

(HL)*