LP2AI Universitas Muhammadiyah Makassar adakan Pelatihan PEKERTI Bagi Dosen Persyarikatan Muhammadiyah

0
133

Pembukaan PEKERTI

Kabarpena.com,Makassar-Merujuk Permenristekdikti N0. 44 tahun 2015 tentang standar pendidikan tinggi, standar proses memberi tekanan bahwa pengelolaan perkuliahan pada Student Centered Learning. Pelatihan PEKERTI akan membekali pengetahuan dan keterampilan Dosen dalam mengimplementasikan Permenristekdikti tersebut. Sehubungan dengan hal ini, Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional (LP2AI) mengadakan pelatihan Pelatihan Pengembangan Dasar Teknik Instruktional (PEKERTI) bagi Dosen Persyarikatan Muhammadiyah pada 27 Januari 2018 – 12 Februari 2018 yang terdiri dari 3 gelombang.

Pembukaan pelatihan PEKERTI kali ini dibuka oleh Dr. H Abd.Rahman Rahim MM (Rektor Univeritas Muhammadiyah Makassar), yang dihadiri pula oleh: Dr Ir H Muh Syaiful Saleh M Si (Ketua BPH Universitas Muhammadiyah Makassar), Dr Ir Abd. Rakhim Nanda MT (Wakil Rektor 1 Universitas Muhammadiyah Makassar),
dan Dr. Khaeruddin, M.Pd (Ketua LP2AI Universitas Muhammadiyah Makassar).

Dalam laporan penyelenggara yang disampaikan oleh Dr Khaeruddin M Pd (Ketua LP2AI), Pelatihan PEKERTI diikuti 50 Orang Dosen Universitas Muhammadiyah Makassar dari berbagai Fakultas dan Prodi. Ketua LP2AI menekankan perlunya sejak dini memberikan mindset kepada dosen yunior untuk berkiprah dalam menyiapkan diri untuk menjadi dosen yang profesional.

“Pelatihan PEKERTI tahun ini sangat berbeda dengan PEKERTI tahun sebelumnya karena kali ini lebih difokuskan pada 3 aspek yakni Capaian Kognitif Produk, Kognitif Proses,dan Aspek Psikomotorik. Disamping itu, mengalami juga beberapa pengembangan yakni menggunakan Referensi (Pendidikan abad 21), Literasi Media, dan Learning Inovation. Oleh karena itu, para dosen peserta PEKERTI diharapkan dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan aktif dalam mengikuti pelatihan” tegas Khaeruddin.

Untuk itu, strategi yang dikembangkan dalam pelatihan PEKERTI didesain 2 tahapan, yaitu tahapan tatap muka selama 5 hari dan tahapan setelah pelatihan sekitar 1 bulan yakni real teaching, yang dimana pada PEKERTI sebelumnya masih dengan konsep yang lama yaitu Micro Teaching. Dalam tahapan tatap muka peserta diberikan pemahaman dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran sesuai standar proses pembelajaran. Sedangkan pada tahapan setelah pelatihan setiap peserta wajib menyusun perangkat pembelajaran yang terdiri dari: Analisis capaian pembelajaran, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Satuan Acara Pembelajaran (SAP), Kisi-kisi Pengembangan Penilaian, serta Instrumen Penilaian perkuliahan.

Sambutan sekaligus membuka Pelatihan PEKERTI disampaikan oleh Dr H Abd Rahman Rahin MM (Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar). Dalam sambutannya Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar
menyampaikan terima kasihnya kepada ketua LP2AI karena melakukan beberapa pengembangan dari PEKERTI sebelumnya, untuk melaksanakan pelatihan PEKERTI bagi para dosen Persyarikatan Muhammadiyah. Selanjutnya, Dr H Abd Rahman Rahim MM, “juga menjelaskan bahwa dalam pelatihan PEKERTI
ini diberikan materi-materi terkait dengan bagaimana memfasilitasi belajar mahasiswa melalui proses pembelajaran yang berkualitas dan memotivasi”.

Di akhir sambutannya Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar berharap agar melalui pelaihan PEKERTI ini para dosen Persyarikatan Muhammadiyah dapat memahami materi-materi dengan baik, termasuk materi tentang capaian kognitif produk, kognitif proses, aspek psikomotorik, teori belajar dan motivasi,
media pembelajaran, pengembangan rancangan pembelajaran (RPS dan SAP),keterampilan dasar mengajar, dan lain-lain, sehingga berdasarkan pemahaman tersebut para dosen terampil dalam melaksanakan pembelajaran/perkuliahan yang student centered, memotivasi, dan menyenangkan bagi para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar.

Peserta PEKERTI