Menganiaya Warganya, Oknum Kepala Dusun Di Selayar Dituntut 6 Bulan Penjara

0
52

Selayar, Kabarpena.com — Meskipun undang – undang perlindungan terhadap perempuan telah diberlakukan. Namun, kekerasan terhadap kaum perempaun juga masih terus ditemukan.

Sebagaimana yang dialami oleh Santiaji (47), Warga Lembongan Barat, Desa Bontobaru, Kecamatan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Kepulauan Selayar, mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Kepala Dusun berinisial NA.

Perempuan berstatus janda beranak tiga (3) itu menjadi korban penganiayaan dari oknum aparat desa setempat, pada Kamis, 13 September 2018 lalu, tepatnya di dusun Lembongan Barat, Desa Bontobaru, Kecamatan Pasimasunggu Timur.

Lantaran tidak terima ditonjok hingga mengalami luka sobek dibagian atas batang hidung, pihak korban dan keluarga pun kemudian mengambil jalur hukum. Proses hukumnya kini telah masuk pada sidang ke empat di Pengadilan Negeri Selayar.

Namun demikian, apa yang diinginkan oleh pihak korban dalam proses hukum ini ternyata tidak sesuai yang diharapkan.

“Tadi Jaksa Penuntut Umum membacakan tuntutan terhadap Terdakwa selama 6 Bulan,” tutur Andi Reski Nur, saat ditemui di warkop Sem Coffee, 13 Desember 2018.

“Terdakwa diterapkan pasal 351 KUHP ayat 1 dengan tuntutan 6 Bulan hukuman penjara, mestinya Jaksa penuntut umum menggunakan ayat 2. Pasalnya korban jelas mengalami luka dan dibuktikan hasil Visum et revertum yang tercantum di Berita Acara Pemeriksaan (BAP),” tambah Andi Resky Nur, yang juga merupakan anak dari Korban.

Andi Resky juga menambahkan, bahwa sekiranya tuntutan ini dapat dianulir oleh Hakim yang terhormat, maka kami akan menempuh jalur hukum yang lebih tinggi lagi,” kata Andi Resky Nur Anak Korban.

“Sebab tidak selayaknya seorang aparat Desa melakukan perbuatan yang tidak terpuji, selain itu, jangankan merasa bersalah minta maaf pun tidak pernah datang kepada kami, saya merasa oknum ini tidak punya etikat baik apa lagi dia bagian dari pemerintahaan Desa,” pungkasnya.

Editor : *Hr*