Sebanyak 50 Ton Bahan Baku Bom Ikan Berhasil Diamankan Polres Selayar.

0
65

Selayar, Kabarpena.com — Tim Gabungan Polres Kepulauan Selayar dan Sat Polair berhasil mengamankan pemasok ribuan ton bahan baku pembuatan bom ikan di wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Selaya, Kamis 26 April 2018.

Penangkapan dilakukan Tim Gabungan Polres Kepulauan Selayar di perairan sebelah selatan laut Selayar atau setidaknya 50 mil jaraknya dari pelabuhan Benteng sebelah selatan pulau Selayar.

Dalam penangkapan tersebut, Polisi berhasil mengamankan 2400 karung bahan baku Amonium Nitrat atau seberat 50 ton yang dikemas dalam karung pupuk yang diangkut KLM. Eka Putri. GT. 62 NO. 649 / LLN. Pupuk tersebut diduga kuat akan dijadikan bahan baku pembuatan Bom ikan.

KLM. Eka Putri yang berhasil diamankan Polres Kepulauan Selayar.

Kapolres Kepulauan Selayar AKBP. Syamsu Ridwan, mengungkapkan bahwa dalam proses penangkapan sempat terjadi kejar kejaran antara Tim Gabungan yang dipimpin Ipda Agus Junihardi dan kapal pelaku selama kurang lebih 9 Jam.

“Terjadi pengejaran selama kurang lebih 9 Jam, namun Alhamdulillah, atas kesigapan dan strategi laut yang diterapkan Anggota. Dan penguasaan wilayah laut yang cukup baik maka Kapal akhirnya dapat dikuasai, dihadang dan kita amankan. Pengungkapan ini adalah bentuk Komitmen kami untuk memberantas Illegal fishing di Kabupaten Kepulauan Selayar,” ungkap AKBP. Syamsu Ridwan.

Lantaran mengapresiasi kinerja Tim Gabungan, sesaat setelah menerima informasi tersebut pihaknya didampingi Kasat Polair, AKP. Tombong bersama sejumlah personil Polair langsung memburu ke lokasi dengan menggunakan speed Patroli. Untuk melihat kondisi para tersangka dan barang muatan kapal berupa ribuan karung yang ditempatkan dipalka bawah kapal.

Lebih lanjut, Mantan Kabag Ops Polrestabes Makassar ini mengungkapkan bahwa dalam penyergapan tersebut, kapal juga ditemukan membawa bendera Malaysia. Setelah diamankan kapal tersebut digiring ke pelabuhan Benteng Selayar selanjutnya akan melalui proses pemeriksaan dan pengembangan.

“Dari catatan yang dimiliki, penangkapan ini adalah penangkapan terbesar pupuk Amonium nitrat dalam 10 tahun terakhir. 2.400 Karung ini diperkirakan bernilai kurang lebih 6 Miliar rupiah,” tutupnya.

Editor :Hr*