Apa Kabar Mega Proyek Food Estate?

Tim kabarpena.com mencoba menelusuri beberapa fakta tentang food estate yang tersebar di seluruh Indonesia. Setidaknya ada empat wilayah, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Tengah.

92

Kabarpena.com – Saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya membangun sistem pertanian gaya baru dengan sebutan food estate. Meski menuai banyak kritikan, mega proyek ini jalan terus. Kira-kira apa kabar ya proyek ini?

Tim kabarpena.com mencoba menelusuri beberapa fakta tentang food estate yang tersebar di seluruh Indonesia. Setidaknya ada empat wilayah, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Tengah.

Dalam beberapa kesempatan, salah satunya di sela-sela Sidang Tahunan MPR RI Jumat (14/8/2020), Presiden Joko Widodo mengungkapkan, pemerintah menganggarkan dana Rp 104,2 triliun untuk sektor ketahanan pangan tahun 2021.

“Ini diarahkan untuk mendorong produksi komoditas pangan,” ujar Jokowi saat itu.

Program ini sudah dimulai sejak tahun 2019. Saat itu pemerintah memulainya dengan lahan 30.000 hektar di dua kabupaten yakni, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kapuas di Kalimantan Tengah.

Dari data yang dikumpulkan kabarpena.com proyek lumbung pangan ini tahun 2020 dari total 30.000 hektar lahan food estate di Kalteg, sudah 29.185 hektar lahan tertanam dan seluas 20.316 hektar lahan panen dengan hasil 63.408 ton padi.

Tahun 2021, pemerintah menargetkan lahan perluasan tambahan (ekstensifikasi) dengan luas mencapai 22.500 hektar yang saat ini masih dikerjakan.

Hasil luar biasa yang diklaim pemerintah. Namun, dengan anggaran super besar itu, ke mana beras-beras itu dijual. Sedangkan Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah menyebutkan jika pasokan beras di Kalteng masih berharap dari provinsi tetangga, Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Kalteng Sunarti menjelaskan dalam sebuah webinar, banyaknya petani yang masih menjual sendiri hasil panen padi mereka ke Banjarmasin melalui pengumpul bahkan rentenir. Sebagian besar bahkan meminjam uang sebagai modal produksi ke rentenir atau pengumpul tersebut dengan jaminan tidak menjual berasnya ke pihak lain.

“Padi dari Kalteng diolah di Kalimantan Selatan lalu dijual lagi ke Kalteng. Ironisnya, masyarakat Kalteng membeli beras olahan dari Kalsel, padahal itu beras Kalsel,” kata Sunarti, Senin (7/6/2021).

Sayang sekali. Mega proyek sistem pertanian itu masih menyisakan banyak tanda tanya.

Belum selesai di Kalteng, proyek diperluas hingga ke daerah lainnya. Di Sumatera Selatan, terdapat lima kabupaten dengan luas lahan 92.279 hektar yang sedang disiapkan.

Program lumbung pangan di Sumsel diresmikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada Jumat (28/5/2021) di Kabupaten Ogan Ilir. Pengembangan lumbung pangan ini diharapkan memperkuat lumbung pangan di Indonesia.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pun ikut meramaikan mega proyek ini. Perluasan lumbung pangan dibuat hingga 1.000 hektar tahun ini. Sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada Oktober 2020, sudah 215 hektar lahan dibuka dan mulai panen.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.