APPI Resmi Somasi Persewangi Banyuwangi atas Hak Kompensasi Rachmat Latif

Surat somasi dari APPI dikirimkan kepada Manajemen Persewangi terkait hak kompensasi mantan pemain Persewangi Rachmat Latif

Kabar Pena, BANYUWANGI – Kasus perselisihan antara mantan pemain Persewangi Banyuwangi, Rachmat Latif, dengan klub akhirnya memasuki babak baru. Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) secara resmi mengirimkan surat somasi kepada manajemen Persewangi atas dugaan pelanggaran kontrak dan belum dibayarkannya hak kompensasi pemain.

Dalam surat resmi bernomor 133/APPI-KP/V/2025 tertanggal 6 Mei 2025, APPI menyatakan bertindak atas nama Rachmat Latif, yang sebelumnya bermain untuk Persewangi pada musim kompetisi 2023/2024.

Surat yang ditujukan langsung kepada Presiden Klub Persewangi, Handoko, ST, itu menyoroti pemutusan hubungan kerja secara sepihak oleh klub pada 12 Maret 2025, sebelum masa kontrak Rachmat berakhir di Mei 2025. APPI menegaskan bahwa hingga surat dilayangkan, belum ada pembayaran kompensasi atas sisa gaji bulan April dan Mei 2025 yang jumlahnya mencapai Rp40 juta.

“Berdasarkan Article 17 FIFA Regulation on the Status and Transfer of Players (RSTP), kompensasi harus diberikan sesuai nilai sisa kontrak yang diakhiri sebelum waktunya,” tulis APPI dalam surat tersebut.

Lebih lanjut, APPI memberi batas waktu 14 hari kalender sejak surat diterima untuk klub memberikan tanggapan dan menyelesaikan kewajibannya. Jika tidak ada respon yang memuaskan, APPI menegaskan akan membawa kasus ini ke National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia, lembaga arbitrase resmi di bawah naungan PSSI dan FIFA.

“Kami percaya Klub Persewangi masih memiliki itikad baik. Namun jika tidak ada tanggapan dalam waktu 14 hari, maka kami akan menempuh jalur resmi melalui NDRC Indonesia,” bunyi bagian akhir surat.

Kasus ini menjadi sorotan publik, mengingat Rachmat Latif merupakan salah satu pilar penting yang turut mengantar Persewangi menjuarai Liga 4 Jatim 2023. Sebelumnya, Rachmat juga sempat menyampaikan kekecewaannya secara terbuka atas ketidakjelasan kompensasi dan perbedaan perlakuan dengan pemain lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Persewangi belum memberikan tanggapan resmi atas surat somasi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *